Sabtu, 05 November 2011

Sophie's World!

Beberapa minggu yang lalu, ketika penyakit saya kambuh (baca: suntuk, bisa juga disebut,ehemm..galau)  puji tuhan, dapat pasokan buku bagus dari owner save the idea blog (walaupun saya interisti dan mas-nya milanisti tapi kita tetap akur kok! Selalu berbagi dalam suka dan duka, except berbagi cwe) sebuah novel filsafat, Dunia Sophie. Bukannya sombong, tapi membaca buku bisa dibilang obat yang paling mujarab buat ngilangin rasa suntuk selain alternatif - alternatif lainnya. Misal, nyari temen buat ngobrol - ngebahas cewe - atau dunia yang fana ini dan online! nge-chek notification di fb, nyampah di twitter, youtube-ing, blog walking, buka situs dewasa,dll. "brohhh do you have a life?"... " No brohh, send me the link!"

Walaupun buku karangan Jostein Gaarder ini termasuk buku lama dan sudah banyak blog-blog yang mereview tentang buku ini, but this is a truly one of the most amazing books that I read so far! Gemes juga baru tahu ada buku sebagus ini sekarang. And finally, after several weeks, I finished Sophie's World. Bukan, bukan karena buku ini “berat” sehingga butuh waktu beberapa minggu untuk sampai di halaman terakhir, tapi butuh waktu lebih untuk benar – benar memahami isinya karena pakde jostein meringkas 3000 tahun sejarah pemikiran, menyederhanakan argumen – argumen yang sangat rumit tanpa merusaknya dalam 790-an halaman saja. Cukup ringan dan menghibur untuk sebuah novel filsafat tanpa perlu kita mengerutkan dahi. Pakde jostein pinter ngasih kesempatan kepada pembacanya untuk ikut mengalami perenungan filosofis dan mempertanyakan misteri-misteri terbesar dalam hidup yang sesungguhnya dari sudut pandang seorang sophie amundsend, anak perempuan berumur 14 tahun. Pertanyaan "Siapa saya?" “darimana saya berasal?” adalah awal dari proses menjalani hidup sebenarnya.


Analogi kutu-kutu di bulu-bulu kelinci yang ditarik dari topi pesulap selalu menjadi favorit saat renungan tentang realitas. filsafat itu seperti seekor kelinci ditarik keluar dari topi pesulap. Karena ia adalah kelinci yang  besar, tipuan pesulap tersebut perlu dipelajari selama ribuan tahun. Semua makhluk hidup dilahirkan di ujung setiap lembar bulu kelinci yang lembut, di mana mereka berada dalam posisi untuk mempertanyakan kemustahilan tipuan itu. Namun ketika mereka bertambah umur mereka sibuk menyelusup semakin dalam kebalik bulu-bulu itu. Dan di situlah mereka tinggal. Mereka merasa begitu nyaman sehingga tidak mau mengambil resiko untuk memanjati kembali bulu-bulu halus itu memandang, meragukan, mengkritisi, dan mempertanyakan berbagai realitas yang ada dalam kehidupan ini. untuk melihat ‘dunia luar’ atau bahkan melihat Sang Pesulap. 


Nggak mau munafik, dalam keadaan tertentu saya hobi mempertanyakan ke-eksistensi-an tuhan. Tuhan yang menciptakan manusia, terus siapa yang menciptakan tuhan? Segala sesuatu yang ADA tidak mungkin muncul dari ketiadaan kan? Maha adil? Kalo iya, kenapa ada orang kaya dan orang miskin? Maha tahu? Ya, kalo gitu nggak perlu minta, Beliau udah tahu kok apa yang kita mau. Tapi yang jelas beliau maha iseng, kalo nggak iseng mana mungkin saya bisa dipertemukan sama “kamu” ( #eaaaaaaa #curcol ). Tapi semuanya terpatahkan setelah membaca dunia sophie. Ada batasannya kita harus mikir menggunakan otak/akal. Untuk urusan dengan  yang di atas itu urusan iman, nggak bisa dipaksain pake otak/akal. Saat nalar tidak dapat menjangkau sesuatu, imanlah yang berperan. That’s it! Dan dari buku ini juga saya lebih mengenal Socrates, Plato, Aristoteles, Cogito Ergo Sum, Descartes, Spinoza, Sigmund freud dan cah – cah edan lainnya. Ok, ngutip dikit dari statement-nya kak prince : filsafat mengajarkan bagaimana menjalani hidup yang tanpa kepastian namun tanpa dilumpuhkan oleh keragu-raguan. Yupp, Superb!

Once again, It is a good book to read in term of having lessons, enjoyment, and recognizing how the well done story writing can be. The last thing you should know about the book that it is about the History of Philosophy. What can I add to that?

Ahh, I can't wait for my kids to be able to read this book.

4 comments:

Tuteh mengatakan...

Kayaknya saya juga pernah baca tentang buku ini... ini tentang si Sophie yang bertanya2 tentang dari mana asal usul manusia kan? Terus dia bertemu atau dapat bisikan apa gitu... sudah lama bacanya waktu masih di Jakarta wkwkwkwk ;)) kalo salah... maap :D buku filsafat memang.

Patrick Diaz mengatakan...

Buku ini memang mampu menepis argumentasi bahwa filsafat itu eksklusif. Cerita Petualangan Sophie dengan ramah mampu merangkul berbagai kalangan untuk mengenal filsafat dan cara berpikir para filsuf sesuai dengan spirit atau semangat zamannya. Dan yang terpenting, petualangan Sophie kecil telah menginspirasi kita untuk berani mempertanyakan dan berpikir kritis tentang apapun, mulai dari hal yang paling sederhana.


Salam.

Patrick Diaz mengatakan...

dit mita mana mita...

W. Decryto Aditya mengatakan...

no comment kak kepin!! #bebas #terserah #apekatelodeh *nangis di pojokan*